Akhirnya Einstein “dikalahkan” Anak Autis

25 03 2011

25/03/2011 11:06

Indianapolis: Anak Autis berusia 12 tahun membuat heboh dunia pendidikan. Pasalnya, anak ini memiliki IQ lebih tinggi dari Einstein. Bahkan ia mengembangkan teori relativitas sendiri.

Anak ajaib ini membuat profesor di universitasnya terkejut setelah bergulat dengan beberapa konsep yang lebih maju dalam matematika. Jacob Barnett memiliki IQ 170, lebih tinggi dari Albert Einstein. Profesor di universitasnya pun mengajukan Barnett untuk memperoleh gelar PHD.

Jake belajar sendiri kalkulus, aljabar, geometri, dan trigonometri dalam seminggu. Saat ini dia ikut mengajarkan teman-teman sekelasnya setelah waktu kuliah. Dan sekarang Jake telah memulai proyek yang paling ambisius, teori relativitas Einstein versi dirinya.

Ibunya, tidak yakin apakah anaknya sedang berbicara omong kosong atau jenius, dengan mengirimkan video teorinya ke Institut terkenal untuk pendidikan tingkat tinggi di dekat Universitas Princeton.

Menurut Indiana Star, profesor Lembaga Astrofisika, Scott Tremaine, yang merupakan ahli terkenal di dunia, mengonfirmasi tentang keaslian teori Barnett. Dalam sebuah email ke keluarga, Tremaine menuliskan rasa takjubnya. “Aku terkesan dengan ketertarikannya dalam fisika dan ia telah belajar banyak sejauh ini.

“Kerja anak ini melibatkan beberapa masalah paling sulit dalam astrofisika dan terori fisika. Siapa pun yang memecahkan ini bisa mendapat hadiah Nobel,” ujarnya.

Ibunya, Kristine Barnett, 36 tahun, dan anggota keluarga lainnya mengaku, matematika tetap menjadi pelajaran rumit bagi mereka. Namun berbeda dengan Jake. “Saya tidak suka matematika, saya tahu matematika ini tidak untuk saya”.

Sementara Jake memang sudah menyukai hitung-hitungan sejak kecil. “Setiap kali saya mencoba berbicara tentang matematika dengan siapa pun di keluarga saya mereka hanya menatap kosong, ” ujarnya.

Jake didiagnosis dengan sindrom Aspergers, bentuk ringan dari autis, sejak usia dini. Orangtuanya khawatir ketika Jake tidak bicara sampai usia dua tahun, dia mencurikan padahal dididik normal. Saat Jake mulai tumbuh besar, mereka menyadari karunia khusus untuk puteranya.

Kecerdasan Jake sudah terlihat sejak kecil. Pada usia tiga tahun, ia memecahkan 5.000 potong puzzle dan ia bahkan mempelajari peta jalan negara, membaca setiap jalan dan mengingatnya. Pada usia delapan tahun, ia telah meninggalkan sekolah tinggi dan ikut pendidikan di Indiana University-Purdue University Indianapolis di astrofisika.

sumber : liputan6

Advertisements

Actions

Information

One response

10 01 2012
depot-voucher-pulsa-listrik-pln

ow, sy kira autis itu identik dengan idiot. ternyata tidak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: