Dre@ming Kids School Akhirnya Tercipta

17 06 2014
I Wayan Arjawa, ST

I Wayan Arjawa, ST. Pendiri Dre@ming Kids School

Keperihatinan kami melihat banyak sekolah baik negeri maupun swasta yang berjalan tidak sesuai dengan konsep. Ini menurut kami. Sebagai contoh guru selalu mengatakan dan membebankan kesalahan pada siswa tatkala seorang siswa tidak mampu menyerap materi “bodoh” padahal menurut konsep kami yang justru harus disalahkan atas kebodohan siswa adalah guru. Kenapa? Logikanya jika siswa itu pintar kan nggak usah sekolah langsung saja bikin poster menjadi calon DPR. Kedua bukankah tugas seorang guru adalah mendidik agar siswa menjadi pintar.

 

Ada sekolah yang begitu sangat mahal, namun ketika ada siswa hiperaktif sekolah tersebut mengeluh dan meminta agar orang tua siswa menunggui anaknya. Dengan tegas saya bilang jika konsep menunggui anak saat belajar disekolah adalah konsep yang salah. Logikanya jika saat belajar siswa ditunggui, guru memang akan gampang mengajar karena seolah-olah siswa yang bersangkutan bisa mengikuti pelajaran padahal sesungguhnya hal itu akan membodoh-bodohi siswa dan orang tua yang bersangkutan. Menunggui siswa saat belajar dengan alasan siswa tersebut tidak mandiri adalah hal yang salah kaprah, karena sesungguhnya yang tidak mandiri adalah gurunya karena tidak mampu menyesaikan fungsi dan tugasnya untuk mengatasi anak tersebut.

 

Read the rest of this entry »





Nilai IQ Tinggi Belum Tentu Bisa Disebut Cerdas

4 11 2012

Kecerdasan dan IQ

Albert Einstein

Kecerdasan seseorang sering kali di ukur dengan tinggi atau rendahnya IQ seseorang. Mengapa demikian, kebanyakan alasan menyatakan bahwa pengukuran kecerdasan hanya sering di definisikan dalam cakupupan kepitaran akademik saja.

Sebenarnya kecerdasan terbagi atas banyak hal yang tidak terbatas, oleh sebab itu ada pernyataan bahwa semua manusia adalah pintar, semua manusia adalah cerdas, semua manusia adalah jenius.

Ada banyak jenis kecerdasan yang dimiliki manusia, contohnya kecerdasan akademik yang tolak ukurnya berupa jumlah serangkaian angka dari banyak jenis bidang ilmu, kecerdasan yang lainnya juga ada banyak lagi seperti kecerdasan dalam pendengaran seperti yang dimiliki oleh seorang musisi, seorang musisi bisa membaca nada hanya dengan mendengarkan suara dari nada itu, dengan cepat otak mereka bekerja dan menterjemahkan warna suara dalam bentuk nada yang indah.

Kecerdasan yang lainnya contohnya kecerdasan dalam penglihatan, hal ini seperti yang dimiliki oleh seorang pelukis, hanya dengan melihat sekilas sebuah pemandangan seorang pelukis bisa melukiskannya dengan tepat dan detil yang hampir 100% sempurna. Dan ada banyak lagi contoh kecerdasan yang dimiliki oleh manusia.

Dari sekian banyak kecerdasan, saya akan mencoba memaparkan tentang kecerdasan sosial, apa itu kecerdasan sosial?. Kecerdasan sosial adalah kecerdasan yang bisa diartikan sebagai kecerdasan seseorang dalam menjalin hubungan dengan orang lain. Kecerdasan yang satu ini memang sering tidak diperhatikan karena tidak memiliki tolak ukur yang pasti.

Read the rest of this entry »





Akhirnya Einstein “dikalahkan” Anak Autis

25 03 2011

25/03/2011 11:06

Indianapolis: Anak Autis berusia 12 tahun membuat heboh dunia pendidikan. Pasalnya, anak ini memiliki IQ lebih tinggi dari Einstein. Bahkan ia mengembangkan teori relativitas sendiri.

Anak ajaib ini membuat profesor di universitasnya terkejut setelah bergulat dengan beberapa konsep yang lebih maju dalam matematika. Jacob Barnett memiliki IQ 170, lebih tinggi dari Albert Einstein. Profesor di universitasnya … Baca Selengkapnya





Cara Mendidik Anak Yang Efektif

20 02 2011
Cara Mendidik Anak Yang Efektif terletak pada kunci – kunci di bawah ini, yaitu :

A. Proses belajar mengajar yang menyenangkan
Belajar yang menyenangkan tentu saja akan membuat anak tertarik dan tidak akan membuat mereka jenuh. Terutama bagi anak usia dini. Lebih baik untuk menunda kegiatan belajar apabila kita belum bisa menciptakan suasana menyenangkan bagi anak. Karena apabila kita memaksa anak untuk belajar dalam situasi yang menegangkan, hal itu dapat membuat anak frustasi dan menjadi tidak mau belajar, karena merasa trauma dan ketakutan.
Pemaksaan bahkan bisa melumpuhkan sel syaraf yang terdapat di otak anak.
Setiap pendidik pasti mengharapkan agar anak mendapatkan hasil belajar yang optimal, dan hal itu hanya akan didapatkan apabila anak mempunyai ketertarikan pada apa yang kita ajarkan. Caranya yaitu dengan belajar sambil bermain, bercerita,bernyanyi dan lain sebagainya.
B. Kasih Sayang
“Kasih sayang melahirkan kecerdasan”, hasil dari sebuah penelitian telah membuktikan bahwa pembentukan otak dan perasaan sangat terikat erat pada kasih sayang yang diberikan kepadanya semasa ia berada di dalam kandungan sampai kasih sayang yang ia dapatkan setelah ia lahir dan tumbuh dewasa.
“Autis” adalah salah satu contoh sebagai akibat dari kurangnya kasih sayang. (Autis terjadi akibat kurang terhubungkannya syaraf –syaraf di pusat otak yang berisi emosi yang mengisi gerakan rasional dan pikiran logis). Hilangnya perasaan cinta pada awal kehidupan juga dapat melemahkan kekuatannya dan membuat pengaruh yang fatal pada otak. Pernyataan ini diperkuat oleh hasil penelitian bahwa ukuran otak anak yang jarang tersiram kasih sayang dan jarang diajak bermain lebih kecil 30% daripada anak normal pada usia yang sama.




Begini Caranya Agar Anak Senang Membaca

8 02 2011

Selasa, 08/02/2011 13:12 WIB

Jakarta, Setiap orangtua pasti menginginkan anaknya untuk senang dan gemar membaca agar ia memiliki wawasan dan informasi yang luas. Tapi bagaimana membuat si kecil agar senang membaca?

“Sejak usia 6 bulan anak sudah bisa diperkenalkan membaca dengan cara duduk bersama dipangkuan ibunya lalu dibacakan buku cerita, setelah anak berusia 6-7 tahun ia sudah mulai bisa membaca sendiri,” ujar psikolog anak Ike R Sugianto, Psi saat dihubungi detikHealth, Selasa (8/2/2011).

Ike menuturkan yang harus dipahami adalah seberapa penting orangtua mengganggap kegiatan membaca bersama ini adalah sesuatu yang penting. Karena kebanyakan kini peran orangtua mengajak membaca Read the rest of this entry »





5 Aspek Perkembangan Anak

8 02 2011

Setiap orangtua tentunya ingin memberikan yang terbaik bagi anaknya. Tetapi kadang bagaimana bisa yakin apa yang diberikan itu sudah cukup? Sani B. Hermawan, psikolog dan direktur Lembaga Daya Insani, dalam peluncuran Gain School dan Gain Plus dari Abbot Nutrition, beberapa waktu lalu mengatakan bahwa ada 5 aspek perkembangan anak usia 1-5 tahun yang perlu diketahui oleh para orangtua secara garis besar. Berikut ini kelima hal tersebut:

1. Fisik

Lengkap bagian tubuh dan fungsi, Berat Badan dan Tinggi Badan sesuai umur.
BB (1-6 tahun) = umur (tahun) x 2 + 8
TB = umur (tahun) x 5 + 80 Read the rest of this entry »





Belajar Di TK… Harusnya Seperti ApA?

2 01 2011

Materi seperti apakah yang terbaik bagi anak TK? Pertanyaan itu muncul menggelitik seiring dengan banyaknya TK yang menawarkan program ‘berbau impor’ dan ‘berlabel plus‘. Lalu saya mendapati keponakan yang masih TK kelas A mendapat buku paket Bahasa Inggris untuk TK dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi yang konon katanya mengadaptasi sistem pendidikan negara-negara maju. Ketika ditengok isinya, alangkah mengejutkan materi yang ada didalamnya. Ada catatan dan lembar kerja siswa, lengkap dengan banyak kosa kata dan instruksi dalam bahasa Inggris. Astaga naga benar, ketika anak belum dapat membaca dan masih belum lancar mengenali huruf dalam Bahasa Indonesia sudah diberikan hafalan, tulisan dan bacaan dalam Bahasa Inggris.

Betapa berat tuntutan yang diberikan pada anak umur 4 tahun oleh para pengambil Read the rest of this entry »